Posts

I take 22 credits this semester

Heya I finally clicked this Blogger application on my phone after a very looooonggg time I didn't click on this icon.  Especially that "make a new post" icon. I just want to put that title, I don't even know why. At first, I thought the title might be "I take 24 credits this semester" but it turns out that I delete 1 subject from my system and made it back into 22 credits. So, yeah I had a plan to take Business Writing with 2 credits, but after I inputted it, I felt so guilty. So on the next day I decided to delete it. But actually this post ain't going to be how my college life has been for the last 4 days. Srsly.

20

Hari ini, usiaku resmi memasuki kepala dua. Dan hari ini, untuk pertama kalinya, aku tidak ingin mempublikasikan hari bahagia ini. Sejak semalam hanya memikirkan bahwa tepat sebelum tanggal berganti menjadi 3 Februari, aku akan mempublikasikan sesuatu di blog dan mungkin status Whatsapp.

Stuff I have done in 2018

Image
HEYAAAAAAA Mon maap banget ni setahun kemaren gaada tulisan baru :”) terakhir nulis adalah 10 bulan lalu, Februari 2018. Karena sudah jadi kebiasaanku setiap akhir tahun untuk menulis kaleidoskop, aku nggak akan melewatkan tahun ini. Kebiasaan ini udah aku mulai sejak tahun 2013, dan masih akan aku lakukan. Jujur, kecewa sama diri sendiri setahun kemaren melanggar revolusi untuk lebih produktif dalam menulis. Tapi, mau gimana lagi. Let’s get to the story. Di kaleidoskop ku tahun lalu, aku menulis tentang bagaimana di 2018 aku akan menghadapi dunia kuliah yang dinamis dan penuh kejutan. Seenggaknya, itulah yang sungguh terjadi di 2018 ini. Akhir tahun lalu, aku bercerita tentang betapa menyenangkannya semester satuku bersama 25 teman lain di kelas A kecil. Di kaleidoskop ini, aku akan cerita secara garis besar perjalananku bersama mereka setahun ini.

Nineteen

19. The last year being a teenager, based on the etimology of my age. Secara etimologi, nineteen adalah usia terakhir seseorang bisa dikatakan sebagai remaja. ‘teen’ berasal dari kata ‘teenager´ atau remaja. Itu cuma tebak-tebakan sendiri aja sih wkwkwk. Tapi kalo dilansir dari etymonline.com , -teen adalah sebuah suffix atau elemen yang digunakan untuk membentuk angka kardinal dari 13-19 yang memiliki arti ‘ten more than’ . Aku juga baru tau, barusan browsing wkwk. Nggak kerasa tiba-tiba aja udah umur segini. Rasanya baru kemaren lari-lari di koridor kampus dengan seragam SD. Baru kemaren nekat jalan dari sekolah ke kampus gara-gara ditinggal anjem trus bikin beberapa dosen heboh ehehehe. Udah jadi tradisi pribadi buat aku untuk bikin tulisan sebelum ulang tahun. Nggak ada tujuan khusus gitu sih. Nulis ya nulis aja. Tahun lalu pun demikian.

Petir di Siang Hari

“Jujur, saya tidak menyangka akan menghabiskan masa putih abu-abu di salah satu sekolah di bawah naungan Yayasan Tarakanita. Terlebih, sekolah tempat saya menimba ilmu sekarang adalah sebuah sekolah homogen putri. Sebuah pengalaman baru yang luar biasa.” – vin, 16 Oktober 2016 Satu tahun berselang setelah aku buat tulisan itu untuk ikut lomba pengalaman reflektif se-Tarakanita Jogja, dan sampai hari ini masih nggak nyangka angin membawa langkahku ke salah satu sekolah homogen putri di Yogyakarta. Bahkan, empat tahun yang lalu saat aku masih memakai seragam putih biru, aku nggak nyangka bakal melanjutkan pendidkan di SMA Stella Duce 2, atau Stero. Aku juga nggak pernah ngebayangin bakal kaya apa masa putih abu-abuku di sekolah homogen waktu itu. Siang tadi waktu lagi jalan-jalan di timeline Instagram dan tiba-tiba aku nemuin beberapa postingan senada di timeline . Banyak temen yang mencurahkan kerinduannya sama Stero. Nggak cuma temen-temen, tapi juga beberapa guru yang aku ...

2017: Another Blessed Year

Image
Warning: this post contains almost 4800 words, please take your time. Make sure that your stove is off. 2017 flies so fast, I can’t even catch the moments I’ve had during this year. Dua pertanyaan yang menghantui jelang 2018: Siap menghadapi dunia kuliah yang lebih dinamis? Siap jadi orang yang lebih bertanggung jawab? Helaaawwww Yes ketemu lagi. Belom lama kemaren udah ngepost tulisan di blog, tanggal 22 Desember, judulnya College Life #2 . Dan kali ini, seperti yang udah aku lakukan rutin setiap akhir tahun sejak 2013, aku akan merekap semua kejadian di tahun 2017 ini. Sejauh yang aku ingat, dan sejauh aku mendokumentasikannya di blog ini. (I hate my short term memory everytime I want to make kaleidoscope. Let’s start :D)

College Life #2

Image
“Everything happens for a reason, and part of that beauty of life is that we’re not allowed to know those reasons for certain.” – Aron Ralston (it seems the quotes from Aron Ralston would be my favorite quotes all the time, since it’s very related to my life.) Helaaaawwww Long time no see. Terakhir nulis awal November. Dan setelah tulisan itu, banyaaakkkk bangetttt kejadian yang bisa aku jadikan pelajaran dan pacuan semangat buat kedepannya. Gak bisa inget semua sih kejadian-kejadian yang terjadi selama rentang waktu tulisan terakhir sampe hari ini, tapi beberapa di antaranya masih bisa aku ingat dengan jelas. Mulai aja ya, tapi nggak bisa urut karena sok lupa wkwkkw.

Random Thoughts during College Life

Image
"Aku percaya, ada berjuta alasan kenapa kita ada di tempat kita berada sekarang. Ada berjuta alasan kenapa seperti inilah hidup yang kita jalani. Dan aku yakin, alasan-alasan itu ada untuk membuat hidup kita semakin penuh dengan warna-warna baru.” – vin “Everything happens for a reason, and part of that beauty of life is that we’re not allowed to know those reasons for certain.” – Aron Ralston Hai! Long time no seeeeee. Finally , setelah hampir 4 bulan nggak ngepost sesuatu di blog, hari ini aku tergerak untuk bercerita. Draft tulisan terakhir tentang Insadha 2017 ku stuck , nggak berlanjut. Berhenti di 1266 kata. Nggak ada feel buat ngelanjutinnya, trus euforianya juga udah habis, berganti sama English Welcoming Days. Ditambah short term memory yang cukup mengganggu. Well , sekarang pengen cerita-cerita aja, berbagi tentang kehidupan dan opini yang belom sempat terbagikan 4 bulan terakhir ini.  

(Let) The Mask Falls Off

-karena bingung mau kasih judul apa- Pernah nggak sih, kalian baru ngerasain perbedaan ketika ada yang berubah pada sesuatu? Contoh sederhananya gini, salah satu tempat yang kalian lewatin tiap hari sebelum ke sekolah. Sampe suatu hari, tiba-tiba di tempat itu direnovasi / dibongkar / dicat ulang, trus kalian baru sadar tempat itu ada, dan nginget-nginget, “Eh, ini dulu tempat apa sih?” well , untuk orang dengan ingatan jangka pendek kaya aku, hal ini sering banget terjadi. By the way , akhirnya setelah  hampir 2 bulan absen nulis, akhirnya malam ini aku putuskan buat nulis lagi. Ide awal tulisan ini sebenernya sederhana: banyak tempat di Jogja yang tiba-tiba muncul. Banyak hotel, restoran, cafe, dan tempat-tempat baru lainnya yang dibangun. Bikin mikir, “Ini dulu apa ya?”, dan merasakan kehilangan yang tak tergambarkan. Seenggaknya itulah yang terjadi pada hidup untuk beberapa waktu ini.

There’s ‘good’ in Goodbye

Image
It’s been a month since my last post (and it’s been a week since I made this draft). Awal April lalu lagi sibuk-sibuknya nyiapin UN, lagi galau-galaunya takut gak lulus, lagi jenuh-jenuhnya ngerjain latihan soal, dan tiba-tiba aja, sekarang udah resmi menyandang gelar ‘alumni Stero’. Sebenernya, minggu lalu waktu bikin tulisan ini, ada satu hal yang pengen dibahas, tapi kayaknya udah kelamaan, dan mungkin akan aku ceritain kapan-kapan di tulisan lainnya. Kali ini, aku pengen berbagi tentang masa putih abu-abu yang baru saja usai.