Posts

Peluk Masa Lalu, Mari Memulai Kembali

“Matahari sudah di penghujung petang Ku lepas hari dan sebuah kisah Tentang angan pilu yang dahulu melingkupi ku Sejak saat itu langit senja tak lagi sama.” –Monita, Memulai Kembali Sejujurnya, aku baru tau lagunya Monita yang Memulai Kembali belom lama ini. Gara-gara waktu itu diputer pas classmeeting, trus aku nanya sama adek kelasku. Aku cuma tau bagian “sejak saat itu langit senja tak lagi sama” soalnya pernah denger di radio #SayThanksToRadio, tau juga kalo itu lagunya Monita, siapa sih yang ga kenal sama suaranya :))) Trus pas classmeeting itu, aku tanya dia. “Ini lagunya siapa?” “Lagunya Monita, Mbak. Judulnya Memulai Kembali.” Setelah itu, aku baru cari lagu ini di Youtube, download dari Youtube, trus kudengerin berulang-ulang.

Semua Pertanyaan Punya Pasangan Jawaban

“Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu.” –Dee, Partikel Bulan Juni sudah jalan 2 minggu. Bentar lagi terima rapot, libur sebulan, dan ketika nanti balik ke sekolah, (semoga) udah jadi anak kelas 12 yang bakal disibukkan dengan macam-macam tugas dan latihan ujian untuk persiapan UN. Kalau ada orang yang tanya, harapan terbesarku setelah naik kelas apa, jawabanku adalah sekelas sama Joaene Augustine. Aku udah sempet bikin kasaran tentang komposisi kelas 12 IPA 1 dan 2 (gila aku selo banget, padahal mah sebenernya mengabaikan dan membiarkan banyak tugas terbengkalai). IPA 1 bakal diisi anak-anak dengan nama depan A kebawah. Dan sebenernya peluang sekelas sama Joaene itu 50%. Well, apapun keputusan wakakur nanti, aku berharap banget bakal sekelas sama Joaene.

Udah hampir setahun aja

Welcome to the 2nd part! Nah yang ini kejadiannya barusan aja di dunia maya. Di grup kelas lebih tepatnya. Aku sampe kehabisan kata-kata buat mendeskripsikannya. Kelas kami, namanya Sepatu, SEbelas iPA saTU. Emang sempet ada kontroversi karena tau kelas 12 nanti kami nggak mungkin pake kata itu sebagai nama kelas kami, tapi ternyata, seiring berjalannya waktu, lupa juga ada masalah itu. Kelas kami beberapa kali punya konflik dan nggak jarang terjadi perdebatan, tapi itu yang bikin aku makin sayang sama kelas ini. Meskipun ada konflik, tapi kita tetep bisa ngelewatin sama-sama. Dan yang paling bikin aku sedih adalah, kelas kami beneran jadi kompak di akhir tahun ajaran ini. Rasanya campur aduh, sedih iya, seneng, kesel, kangen, pokoknya nggak terjelaskan. Udah hampir satu tahun aku di kelas ini, berjuang bersama 34 Supergirls lainnya.

Sudah lama nggak berbagi

Hola! *ala Joaene* Kayaknya udah luamaaaa bangett ya aku nggak cerita tentang keseharianku. Berapa postingan terakhir adalah opiniku tentang sesuatu, yang paling baru adalah cerpen 9 halaman. Hayoo udah pada baca belom? Ya memang bikin males sih soalnya terlalu panjang, aku pengen banget bisa bikin cerpen yang cuma 1-2 halaman doang wkwkwk.

Pergi Bersama Hujan

Awan gelap yang sejak siang tergantung di langit akhirnya membasahi bumi dengan isinya. Aroma tanah mulai tercium, membawa siapa saja ke lorong-lorong masa lalu. Suasana di kota itu semakin romantis, apalagi ini adalah malam minggu. Lampu-lampu jalan mulai dinyalakan, beberapa tempat makan yang buka saat petang mulai menggelar tikar. Bella duduk sendirian di sebuah kafe di ujung jalan itu. Pandangan matanya sempurna terarah ke jalanan yang tengah diguyur hujan. Ia sedang menunggu sang kekasih.

Karena rasa percaya itu menggetarkan Semesta

Terkadang, bagian tersulit dari menulis adalah menentukan judul. Tetapi kali ini saya ingin mengatakan bahwa bagian tersulit dari menulis adalah bagaimana menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan. Passion dan impian membakar semangat mereka. Orang-orang yang mereka sayangi adalah alasan semangat itu tak pernah padam. Passion, impian, serta rasa kasih sayang pada orang-orang tercinta adalah bekal yang mereka bawa setelah persiapan mental dan fisik. Menurut saya, itu sudah lebih dari cukup.

Berdamai dengan masa lalu

"Karena sesuatu yang pergi, meskipun ia kembali, ia tak akan pernah sama lagi." Well, kehidupan ini adalah sebuah proses belajar panjang. Tak hanya belajar 'untuk menjadi pintar', tapi terkadang kita pun juga harus bisa belajar untuk menerima, memberi dengan tulus, mengikhlaskan semuanya, memaafkan, melepaskan, bahkan berdamai dengan masa lalu.

Monochrome

Image
Monochrome is "a photograph or picture developed or executed in black and white or in varying tones of only one colour."  (from: www.oxforddictionaries.com/definition/english/monochrome) . Akhir-akhir ini aku lagi suka banget sama segala sesuatu yang berbau monochrome. Apapun itu. Mulai dari background, baju, tema di mana-mana, bahkan sampe nuansa foto di Instagramku  akhir-akhir ini aku filter pake Inkwell. Apa ya, rasanya foto hitam putih itu lebih punya power yang bikin orang merenung. Nggak semua foto sih aku bikin bnw, tapi banyak.

Kapan nulis lagi, Vin?

Itu adalah sebuah pertanyaan retoris yang aku ajukan untuk diriku sendiri setiap kali ngeliatin to-do list yang 'keburu berjamur' atau kayaknya malah 'udah berjamur'. Dari 2 minggu yang lalu udah kebayang-bayang banget sama artikelku di majalah sekolah semester ini. Urusan interview semuanya udah clear. Tapi, yang jadi masalah besar berikutnya adalah, aku belom ada niat blas buat ngolah hasil wawancara itu jadi sebuah tulisan. Nggak tau kenapa, padahal biasanya aku habis wawancara bakal langsung melakukan 'transkrip' audio wawancara itu jadi draft. Kali ini? Habis interview, sampe rumah malah langsung pengen tidur karena emang sempet beberapa kali kurang tidur.

Melihat ke belakang

Suatu hari akan tiba saatnya di mana kita harus berhenti sejenak, melihat ke belakang kemudian bersyukur untuk kemudian kembali melangkah maju.