Posts

Hari Guru, UN, dan Ulangan Setelah UAS

Howdyyyyy Udah lama ya gak nulis di blog. Ternyata bulan November ini kegiatannya padet banget! Berhubung merupakan akhir dari semester 1, jadi semua tugas dan materi emang dipadetin sekarang. Bahkan, kalender yang dulu iseng tak buat penuuuh banget sama corat coret agenda kelas. Mulai dari kumpul tugas, presentasi, sampe ulangan yang bahkan direncanain sejak minggu pertama bulan November. By the way, sudah pada baca berita online? Beberapa sumber seperti detikcom, liputan6, tribun, dll memberitakan hal yang sama mulai sore tadi. Hari ini, 25 November 2016, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang baru, Bapak Muhadjir Effendy, memutuskan kalo UN 2017 dihapuskan, tapi diganti jadi ujian akhir yang diorganisir sama tiap daerah, atau istilah lainnya ujian akhir sekolah didesentralisasi. Jadi, gaakan lagi tuh pengantaran soal UN ke daerah-daerah dengan kawalan polisi. Dan kata beliau, UN bakal ditiadakan sampe tingkat pendidikan di Indonesia udah sama rata. (Err, tapi, kapan ya...

Dari UN sampai Urusan Perasaan

“Menyapa dan hilang Terbit tenggelam, bagai pelangi Yang indahnya hanya sesaat ‘Tuk ku lihat dia mewarnai hari.” Sebenernya tulisan kali ini nggak ada hubungannya sih sama cuplikan lagunya HiVi! yang Pelangi. Cuma, tadi habis nonton videonya Lale Ilman Nino nyanyiin lagu ini, adem bener dah. Jadi, nulis potongan lirik itu emang karena suka aja. Tapi gak tau juga sih kalo ntar tulisan ini ada hubungannya sama yang ‘indahnya hanya sesaat’. Dan, judul di atas sebenernya karena emang udah nggak tau mau dikasih judul apa. Jadi, ngasih judulnya sesuai kata hati aja.

Kerinduan yang Menyusupi Ruang Hati

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Mungkin itu adalah peribahasa yang sesuai untuk kondisiku sekarang. Tulisan ini nggak akan jauh beda sama curhatku yang lainnya. Di tengah kesibukan kerja kelompok, tugas rumah, ulangan harian, materi yang tambah banyak, tambahan fisika jam 6.15 di hari Senin, dan tambahan kimia jam 8 pagi di hari Sabtu, aku masih berusaha menyempatkan diri buat nulis. Karena menulis adalah terapi jiwa. Setidaknya, di tengah kesibukan anak kelas 12, aku udah tau besok mau kuliah apa. Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma. Formulir udah di tangan, kolom program studi udah disilang, tinggal tunggu legalisir rapot. Itu bikin aku lebih fokus untuk ngerjain apa-apa aja yang aku butuh.

Abjad Pertama Kamus Hatiku

Matahari amat terik dan langit bersih tak berawan. Kuliah baru saja selesai, dan aku langsung menuju perpustakaan kampus. Ini sudah menjadi kebiasaanku setiap hari Jumat. Selesai kuliah pukul 3 siang, aku akan segera pergi ke perpustakaan untuk menghabiskan sisa hari di sana. Petugas perpustakaan sudah hafal dengan kebiasaanku. Ia memindai kartu tanda mahasiswaku, lantas memberikan kunci loker. Aku naik ke lantai 4 gedung perpustakaan, satu-satunya lantai yang memiliki balkon dan sebuah bangku panjang. Bangku panjang itu adalah tempat favoritku. Aku datang hanya dengan membawa novel, buku catatan, dan alat tulis. Lantas aku akan menikmati semilir angin sepanjang sisa hari. Kala senja tiba, tempat itu akan tambah spesial bagiku. Sebab, seorang laki-laki akan datang, duduk di sebelahku, dan kita akan menikmati senja bersama.

Untuk Orang yang Sering Aku Tinggal Tidur

"Kita tak pernah tahu, berapa lama kita diberi waktu Jika aku pergi lebih dulu, jangan lupakan aku Ini lagu untukmu, ungkapan terima kasihku” *** kehilangan /ke•hi•lang•an / n 1 hal hilangnya sesuatu perpisahan/per•pi•sah•an/ v 1 perceraian; 2 hal berpisah *** Satu bait terakhir dari lagu Monokrom dari Tulus dan dua pengertian itu kayaknya cukup untuk ngasih gambaran, tentang tulisanku kali ini.

Satu Paket Kerinduan dengan Cinta

English Action Days 2016. Entah kenapa, ajang perlombaan itu masih membekas dalam ingatan dan hatiku. Meski udah hampir 5 bulan berlalu, tapi memorinya masih begitu jelas seperti sebuah film yang terus terputar. Bagiku, EAD bukan cuma perlombaan, tapi ia juga sebuah cerita. EAD menyimpan banyak cerita dan kenangan, nggak cuma pas pelaksanaannya, tapi juga selama persiapannya. Aku kenal lomba ini pas masih kelas sepuluh. Penawaran dari Miss Atik pas adalah gerbang yang membawaku ke petualangan berikutnya. Beliau menawariku untuk ikut lomba writing dan aku mengiyakan tawaran itu.

Basket, Best Writer, dan Perpisahan

Keinginan untuk membuat tulisan ini muncul begitu saja saat kemarin sore, saya ikut duduk di tepi lapangan basket Asrama Trenggono, menyaksikan latihan basket untuk kesekian kalinya. Kebiasaan ini bermula sekitar sebulan sebelum ajang kompetisi basket yang disponsori oleh sebuah merek kendaraan digelar. Saat itu, saya bersama seorang teman bernama Ajeng beberapa kali ikut latihan basket untuk membiasakan diri menangkap momen. Secara tidak langsung, kami juga membangun relasi bersama ke-11 orang pemain basket dan sang coach.

Fotografer Amatir

amatir/ama·tir/ n kegiatan yang dilakukan atas dasar kesenangan dan bukan untuk memperoleh nafkah Ide ini udah lama banget nyangkut di otak, tapi belom ada waktu yang pas untuk nulis. Jadi baru sekarang jadi tulisan. Sebenernya aku baru tau arti kata amatir belom lama. Tepatnya waktu tes potensi akademik minggu lalu, pas tes verba ke-3 kalo nggak salah. Disitu ada 50 kata dan 50 definisi, dan kita harus nyocokin itu. Jadi karena itu baru tau kalo amatir artinya kegiatan yang dilakukan atas dasar kesenangan. Tapi kalo menganggap diri sebagai fotografer amatir udah agak lama sih. Waktu itu ngiranya, amatiran artinya melakukan cuma asal melakukan aja, tapi nggak punya keahlian khusus. Dan definisi tentang amatir baru terbenahi pas ikut tes potensi akademik minggu lalu.

Gembok, Kunci, dan Cerita di Dalamnya

Retret /retrét/ n mengundurkan diri dari dunia ramai untuk mencari ketenangan batin Udah seminggu berlalu setelah retret kelas XII. Dan habis retret, nggak tau kenapa kok aku jadi tambah pendiem, jadi lebih sering mikir ‘kenapa’. Banyak sesi pas retret yang bikin aku merenung banget. Terlebih beberapa serba-serbi retret lainnya yang bikin aku tambah menutup diri dan lebih banyak nyimpen semuanya sendiri. Cuma tertawa seperlunya, tersenyum ketika dirasa butuh. Dan hanya berbagi ketika merasa hal itu layak untuk dibagikan.

Penerimaan awal kebahagiaan

Alohaaaa. Lama gak nulis yaa. Ngomong-ngomong, selamat hari kemerdekaan untuk Indonesia tercinta! Sudah 71 tahun Indonesia merdeka.....mmm, yakin merdeka? Sebenernya kita masih dijajah lho. Dijajah kemalasan, kesombongan, ketidakjujuran, ketidakpedulian, dan lain-lain. Dan ada 1 lagi yang menjajah kita, membuat kita lupa sama tugas dan kewajiban kita. Apalagi sih kalo bukan gadget? Kemana-mana bawa hape, tiap menit cek hape, ke mana-mana chek in. Hadeuh. Kapan kita beneran merdeka kalo generasi mudanya jadi generasi nunduk gitu. Aku pun mengakui, kalo ngecek hape itu juga udah jadi suatu kebutuhan setiap saat buat aku. Sebenernya kemaren senin pengen nulis, pengen cerita, tapi gasempet karena pulang sore, udah capek banget. Hari ini, berhubung cuma upacara dan pulangnya gasik, jadi menyempatkan diri buat ngisi blog.